Cari Artikel Bisa Di Cari Di Sini

Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes

[Lensa] Kerasnya Laga Arema vs PSMS

Written By sukun community on Senin, 23 Januari 2012 | 17.08


Gaya rap-rap ala Medan bertemu dengan gaya Keras Arema. Hasilnya pertandingan menjadi hujan kartu begi kedua tim. Selain itu wasit Oky Dwi yang pernah menjadi wasit terbaik ISL kurang begitu baik dalam mengawal aksi kedua tim. Banyak kejadian yang luput dari pandangan matanya. Hal ini membuat pemain PSMS dan Arema sering protes kepada keputusan.
Berikut ini adalah gambaran kerasnya laga

Marcio dijatuhkan Zecevic, Wasit tidak memberikan kartu dan hanya peringatan

Marcio yang merasa dijatuhkan Zecevic tadi kemudian menyikutnya. Hidung Zecevic berdarah, namun wasit juga tidak keluarkan pelanggaran apalagi Kartu

Di babak kedua, Hendriawan juga kesal, hingga dia berusaha memprovokasi Marcio

Marcio dihajar dua pemain

Sebelum akhirnya mengerang kesakitan karena ditendang oleh Hendriawan

Wasit masih bingung memilih kartu kuning atau merah. Dan akhirnya kartu merah yang diangkat

Sasa Zecevic protes keras, dan menunjukkan jika di babak pertama tadi hidungnya berdarah tapi tidak diberikan kartu, mulanya Markus berusaha menenangkan rekannya itu, sebelum akhirnya emosinya juga tersulut

Seme Patrick hampir berkelahi dengan Zecevic sebelum dipisahkan oleg Steve Hesketh

Ikyun Oh nampak tidak terima dengan keputusan wasit. Dia dan Santoni terlibat baku hantam

Santoni dipisahkan oleh Manajer Sunavip Ra Indrata. Dan ditenangkan

Joko Susilo ikut menangkan kondisi anak buahnya

Zecevic menyikut Dicky Firasat, Tidak ada Kartu dan Pelanggaran

Usai pertandingan Markus juga emosi, dan menantang pemain Arema sebelum dipisah Match StewarD
17.08 | 0 komentar | Read More

Apakah IPL Itu Haram Bagi Arema?

Written By sukun community on Sabtu, 21 Januari 2012 | 21.39


Beberapa hari yang lalu teman saya bilang, “Dulu LPI diharamkan bagi Arema tapi mengapa sekarang Arema ikut IPL!”. Pernyataan itu mengingatkan saya pada awal terbentuknya LPI yang digagaskan oleh Arifin Panigoro. Liga yang katanya Profesional sekaligus ilegal pada saat itu. Aremania kala itu dengan tegas mengatakan bahwa LPI haram bagi Arema,sampai pada puncaknya ketika perwakilan LPI melakukan presentasi di Malang. Puncak dari penolakan Aremania adalah ketika terjadi aksi pelemparan telur busuk kepada mobil yang dikendarai oleh para perwakilan LPI.

Kembali ke pernyataan teman saya, pernyataan itu menimbulkan satu kesimpulan. Kesimpulan itu adalah IPL sama dengan LPI, jadi IPL adalah haram hukumnya bagi Arema. Pertanyaan saya, apa yang menjadikan IPL sama dengan LPI ? Setelah saya mencari jawaban dari berbagai sumber media yang ada,terjawablah sudah pertanyaan saya dan analisa saya akan coba saya sampaikan melalui coretan saya ini.

Mari kita coba analisa data dan fakta mengenai IPL dan LPI.
• Indonesia Premier League ( IPL )
- Secara legalitas, kompetisi ini adalah legal.
- Peserta pada awalnya adalah 24 tim dan ke-24 tim tersebut rata – rata adalah tim yang berlaga dalam kompetisi ISL musim lalu ( 15 tim eks ISL musim lalu, 4 tim promosi dari Divisi Utama, 3 tim eks ISL yang mengikuti LPI, 2 tim tambahan dari kebijakan PSSI ). Sekarang peserta IPL tinggal 12 tim.
- Kompetisi resmi yang dibentuk dan diakui oleh PSSI.
- Dikelolah oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo ( LPIS ).

• Liga Primer Indonesia ( LPI )
- Secara legalitas, kompetisi ini ilegal ( perijinan yang dilakukan bukan sebagai liga tetapi sebagai turnamen ).
- Pesertanya ada 20 tim dan hanya ada 4 tim yang terbilang bukan tim yang baru dibentuk ( Persema, Persibo, PSM, Persebaya 1927 ).
- Kompetisi ilegal yang digagaskan oleh Arifin Panigoro.
- Dikelolah oleh konsursium PT Liga Primer Indonesia.

Dari data dan fakta yang saya sebut diatas hanya ada 2 hal yang hampir sama, yaitu, nama liga dan nama pengelolah yang hampir mirip. Hanya ada dua dari 5 aspek yang hampir sama, mari kita bahas satu persatu aspek tersebut.
1. Nama Kompetisi
Aspek pertama yang membuat kebanyakan orang menilai bahwa IPL hanya pergantian kata – kata dari LPI ( bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris ).
2. Legalitas
Dari segi legalitas sudah jelas bahwa 2 kompetisi ini sangat jauh berbeda, yang satu legal dan yang satunya ilegal.
3. Peserta
Dari jumlah peserta, kedua kompetisi juga tidak memiliki jumlah peserta yang sama. Pesertanya pun tercatat hanya ada 4 tim yang sama, karena 3 tim merupakan anggota ISL musim lalu yang kemudian mengikuti LPI dan 1 tim lagi adalah tim sakiti oleh PSSI era NH. Terlepas dari 4 tim tersebut, peserta kedua liga ini sangat berbeda. IPL berisi tim – tim yang sudah malang melintang di dunia persepakbolaan nasional sedangkan LPI berisi tim – tim yang baru dibentuk.
4. Pembentuk/Penggagas
Pembentuk jelas berbeda, IPL dibentuk oleh badan resmi yang mengurusi Sepak Bola sedangkan LPI dibentuk oleh seorang pengusaha.
5. Pengelola
Pengelolah dua kompetisi ini hampir mirip, terutama nama pengelolah. Aspek inilah yang semakin menguatkan pendapat bahwa IPL adalah jelmaan LPI.
Dari 5 aspek diatas tercatat hanya nomer satu dan lima saja yang hampur mirip.

Kalau saya lihat, sebenarnya 2 aspek, yang menyebabkan kebanyakan orang menilai IPL adalah jelmaan LPI, bisa dihindari dari awal. Dua hal ini menjadi inti permasalahan dualisme kompetisi. Andai PT Liga Indonesia mau diaudit atau setidaknya menyerahkan hasil audit kepada pengurus PSSI, maka hal itu tidak akan terjadi. Nama kompetisi bisa saja tetap ISL dan pengelolahnya adalah PT Liga Indonesia
http://wearemania.net/images/berita/2012-01/2012_01_14_IPL_1.jpg
IPL Dan LPI Secara Logo Sudah Berbeda Bentuknya
Mengapa LPI haram bagi Arema? Setidaknya ada 2 hal yang menyebabkan hal itu, yang pertama karena LPI adalah liga ilegal dan yang kedua, jika Arema ikut LPI maka kans Arema berlaga di kompetisi Asia akan tertutup. IPL berbeda dengan LPI, IPL merupakan liga resmi yang tidak menutup kesempatan Arema berlaga di ajang Asia. Justru kalau tidak mengikuti IPL, kesempatan Arema berlaga di kompetisi Asia akan tertutup.

Jadi apakah IPL haram bagi Arema? Kalau kita mau melihat alasan haramnya LPI bagi Arema, maka IPL tidaklah haram bagi Arema. IPL berbeda dengan LPI, justru dengan alasan yang sama ketika Aremania mengharamkan LPI, sekarang liga yang haram bagi Arema adalah ISL. ISL adalah liga ilegal, jika Arema ikut ISL, peluang Arema berlaga di kompetisi Asia juga tertutup ( lihat Persipura ).

Akhirnya saya ucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membaca coretan saya ini. Jika ada perkataan saya yang menyinggung perasaan, mohon dimaafkan. Tulisan ini merupakan opini pribadi saya, jadi coretan ini bukanlah sebuah penggiringan opini para nawak – nawak Aremania untuk tidak mendukung Arema yang berlaga di ISL.

SALAM SATU JIWA “A R E M A”
21.39 | 0 komentar | Read More

Jaga Rekor Dan Pecah Telor


Ada fakta menarik yang sedikit menyenangkan Arema sebaga tuan rumah sebelum bentrok melawan PSMS Medan di Kanjuruhan dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super Liga.
Pertama adalah PSMS tidak pernah mendapatkan poin jika pertandingan di gelar di Kanjuruhan. Hal ini tercermin dari rekor 100% Arema di stadion milik pemkab Kabupaten Malang itu, Rekor kedua adalah Markus Horison selalu kebobolan jika bermain di kandang Arema, sedangkan rekor ketiga adalah Raja Isa belum pernah menang melawan tim asal Malang di pertandingan tandang, bahkan untuk skala lebih luas, Raja Isa belum pernah menang melawan tim yang berasal dari Jawa Timur di pertandingan tandang. Fakta itu tentu saja harus dijaga demi superioritas Arema terhadap PSMS.
Selain dibela fakta. Skuad Arema ISL sedang punya kondisi mental yang lagi naik. Sebab, hasil 3-3 yang didapat oleh Marcio cs di stadion Delta Sidoarjo memberikan semacam spirt berlebih dalam menyambut laga yang bakal disiarkan langsung oleh ANTV pukul 15.30 ini. Ketika itu, semangat Arema tidak pernah kendur hingga menit akhir meskipun tertinggal oleh Deltras.
Gawang Markus Selalu Bobol Jika Main di Kanjuruhan

Spirit itu juga semakin bertambah karena Arema ISL juga ingin memberikan kebahagiaan bagi suporter setia yang mendukung tanpa kenal lelah. Sehingga Arema punya tekad untuk memenangkan pertandingan sekaligus ingin pelan-pelan lolos dari zona degradasi.
Seperti yang diketahui, belum pernah menangnya Arema membuat posisi juara ISL 2009/10 itu berada di posisi 17 dengan 2 poin hasil 2 kali imbang melawan Persiram dan Deltras. Jarak Arema dengan zona aman yang untuk sementara masih diduduki oleh Persidafon adalah 4 poin. Karena itu dengan jarak yang masih pendek diharapkan Arema bisa segera mentas dari zona yang ditakuti oleh semua tim yang berkompetisi.
Bicara peluang, tentu semakin terbuka, karena selain ada rekor. PSMS sekarang bisa dibilang skuadnya tidak diatas Arema, namun sama. Hanya ada nama Markus Horison yang saat ini posisinya di timnas sudah mulai tergusur oleh pemain lain. Meskipun demikian, Arema tidak bisa meremehkan PSMS karena skuad lokal mereka tentu saja bakal membuktikan bahwa anak Medan tidak mau kalah dengan anak Malang.
Selain perbandingan lokal, perbandingan pemain asing juga kelihatan. Karena baik Arema ataupun PSMS mempunyai pemain asing dengan kemampuan hampir setara. Sehingga keunggulan Arema sebagai tuan rumah memang harus dimanfaatkan betul.
"Target kita menang namun kita juga tidak bisa meremehkan PSMS, karena menurut saya PSMS sama dengan tim ISL lain dan punya kemampuan setara" Kata Kuncoro kemarin. Well perkataan Kuncoro juga ada benarnya karena secara fakta PSMS berada di atas Arema dengan poin 7 hasil 1 kali menang, 4 seri, dan 1 kali kalah. Di sisi lain 7 gol yang masuk ke gawang Markus juga membuktikan kesolidan lini belakang mereka dalam mengatasi serangan yang dibuat oleh lawan. 
21.28 | 0 komentar | Read More

[IPL] Arema Kembali Raih hasil seri

Written By sukun community on Minggu, 15 Januari 2012 | 23.23

Arema Indonesia kembali menuai hasil seri 1-1 dari tuan rumah Persiraja Banda Aceh,dalam lanjutan Kompetisi IPL 2011/2012, di Stadion Harapan Bangsa, Aceh, Sabtu ( 14/1) sore. Kedua gol di cetak oleh Diallo Abdoulaye Djibril melalui titik pinalti pada menit ke – 45, dan gol balasan Arema di Roman Chmelo menit ke-56 setelah menerima umpan Esteban Guillen.
Arema menurunkan skuad terbaiknya seperti saat dua laga awal Arema, Hanya posisi bek kanan yang masih sama ditempati oleh Putra Habibie alih-alih memainkan Alfarizi. Posisi gelandang bertahan juga menjadi milik Legimin Rahardjo menggeser Hendro Siswanto yang harus rela duduk dibangku cadangan. Dilini depan Sunarto mendampingi Roman Chmelo sebagai ujung tombak serangan dan Along duduk di bangku cadangan.
Sejak kick off dibunyikan wasit, tim tuan rumah Persiraja berinisiatif menyerang pertahanan Arema, yang di komandoi Gunawan Dwi Cahyo dan Leonard Tupamahu. Sampai menit ke 10, Kiper Arema, Kurnia Mega harus berjibaku untuk menghalau bola melalui duet penyerang Persiraja , Fahrizal Dillah dan Mukhlis Nakata.
Menit ke 11, hampir saja Persiraja unggul saat tendangan Djibril jika tidak mengenai mistar gawang Arema. Serangan yang bertubi-tubi membuat pemain Arema tidak dapat mengendalikan permainan. Roman Chmelo, M Riduan, dan TA Musafri yang didukung dengan Esteban dan Legimin Raharjo terlihat masih canggung di lapangan.
Sepanjang babak pertama ini, hampir tidak ada peluang berati dari anak asuh Abdulrahman Gurning ini. Persiraja nampak dengan leluasa mengendalikan permainan dan merepotkan barisan pertahanan Arema. Peluang demi peluang pun dihasilkan Abdul Musawir dkk. Namun sejumlah kemelut di depan gawang Arema tidak mampu dijadikan gol.
Digempur habis-habisan oleh Persiraja yang bermain penuh semangat karena bermain didepan pendukungnya. Alhasil, sebuah kemelut di depan gawang Arema pada menit ke 45 tercipta pinalti buat tuan rumah. Penalti ini diberikan kepada Persiraja setelah Gunawan dianggap melakukan pelanggaran setelah mentackle  Diego Righani. Diallo Abdoulaye Djibril yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil memanfatkan tendangan pinalti dengan baik, gol ini merubah skor menjadi 1- 0 buat Persiraja. Dan bertahan hingga babak pertama usai.
Aksi  Roman Chmelo (foto : ligaprima)
Usai jeda permainan anak-anak Singo Edan kembali ke bentuk permainan terbaiknya. Penguasaan bola dan umpan-umpan terukur berhasil dialirkan dengan lancar oleh Esteban dan Roman Chmelo. Pelan tapi pasti Arema mulai mengendalikan permainan dan lebih berinisiatif untuk menyamakan kedudukan.
Hasilnya perjuangan pasukan Arema itu pun tidak sia-sial. Berawal dari kesalahan pemain bawah Persiraja, Roman Camelo berhasil memanfaatkannya menjadi gol penyama skor. Tendangan Roman chmelo pada menit 56 tak mampu dihalau kiper Zulbahra setelah menerima umpan Esteban Guillen dari dalam kotak pinalti. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Usai gol tersebut, kedua tim tampak lebih bermain dengan terbuka dan saling bergantian menyerang. Bahkan Arema memasukkan Noh Alam Shah menggantikan Sunarto untuk menajamkan serangan mereka, pergantian tersebut cukup efektif setelah pemain asal Singapura tersebut hampir membuat Arema unggul beberapa menit setelah masuk ke lapangan. Namun , kokohnya pertahanan Persiraja membuat tidak ada tambahan gol dari kedua tim sampai peluit berakhirnya pertandingan dibunyikan wasit.
Hasil ini pun disyukuri oleh kedua tim. Persiraja melalui asistennya, Maman Suryaman, mengatakan bahwa tim nya beruntung bisa menahan Arema yang memiliki kualitas materi pemain diatas rata-rata. "Materi pemain Arema ada diatas pemain-pemain kami, kami bersyukur dapat menahan imbang Arema", ucapnya.
Pelatih Arema, Abdulrahman Gurning sendiri pun mensyukuri hasil imbang ini, terutama melihat bagaimana timnya tidak berkembang pada babak pertama. "Kita bersyukur mampu mendapatkan poin. Dengan hasil ini tentunya kita senang daripada kehilangan angka", ucapnya.
Susunan Pemain:
PERSIRAJA: Zulbahra, Yusrizal, Febre Santis, Rahmadani/Yudi Khairudin, Andria, Abdul Musawir, Erik Saputra, Patrick Gighani, Diallo Djibril, Mukhlis/Defri Rizki dan Fahrizal Dilla/Imral Usman
AREMA INDONESIA: Kurnia Meiga, Faris Bagus/Alfarizi, Putra Habibi/Hendro Siswanto, Gunawan Dwi Cahyo, Leonard Tupamahu, Legimin R, Roman Chmelo, T.A. Musafri, M Riduan, Esteban Gullien, Sunarto/Noh Alam Shah
23.23 | 0 komentar | Read More

[ISL] berharap raih kemenangan perdana

Written By sukun community on Rabu, 11 Januari 2012 | 16.27


ak pernah menang dalam 5 pertandingan di kompetisi Indonesia Super League dengan hasil 4 kali kalah dan 1 kali imbang cukup membuat tim asuhan caretaker Joko Susilo ingin segera mengakhiri rentetan hasil buruk tersebut.
Mengakhiri hasil buruk ini bukan perkara mudah. Karena dalam lanjutan ISL, Arema diagendakan bertandang ke Persidafon Dafonsoro. Menghadapi tim asal Papua ini jelas bukan perkara mudah mengingat banyaknya tim-tim yang bertandang ke Papua jarang sekali memperoleh poin.
Charis Yulianto dkk, usung optimisme saat ke Papua
Namun optimisme tinggi tetap diusung oleh Charis Yulianto dkk dalam lawatannya kali ini. Persidafon Dafonsoro yang dihuni pemain timnas U-23 Patrich Wanggai serta dilatih pelatih sarat pengalaman Sergei Dubrovin juga menargetkan poin penuh saat menghadapi Arema ini karena Persidafon sendiri baru mempunyai 3 poin dari 6 laga yang telah dilakoni tim dengan julukan Gabus Sentani ini.
"Kami masih optimistis mampu memetik angka di kandang Persidafon, meski Arema mengawali kompetisi dengan hasil kurang bagus karena dari lima laga tak satupun yang bisa memetik poin absolut", kata Media officer Arema ISL, Sudarmaji, sebelum bertolak ke Papua.
Optimis serupa juga disampaikan oleh manajer tim, Sunavip Ra Indrata. Dirinya mengakui bahwa mendapatkan poin di Papua adalah merupakan pekerjaan yang tak mudah. Namun keinginan merasakan kemenangan seolah menjadi tambahan kekuatan tersendiri dari para pemain. "Sampai lima pertandingan, anak-anak belum pernah merasakan kemenangan, makanya pemain sangat menginginkan itu (kemenangan-red)", ujarnya.
Meski berangkat dengan optimisme tinggi, pelatih Joko Susilo sedikit mengkhawatirkan stamina anak asuhnya akibat mepetnya masa persiapan dan recovery setelah melawan Sriwijaya FC beberapa hari yang lalu. "Saat lawan Sriwijaya FC menguras stamina luar biasa. Sekarang kita ke Dafonsoro perjalanannya cukup berat dan menguras stamina", kata Joko Susilo. (the1/WE)
16.27 | 0 komentar | Read More

Joko tanggung jawab atas kekalahan di kandang

Written By sukun community on Selasa, 10 Januari 2012 | 21.59


Joko Tanggung Jawab, Kas Senang
Ditulis oleh nukus-community   Senin, 09 Januari 2012 05:34    PDFCetakE-mail

Untuk kelima kalinya, Arema gagal memetik poin terhadap lawannya, dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super Liga. Dalam laga yang dilihat oleh 2800an pasang mata itu Arema menelan kekalahan atas Sriwijaya FC dengan skor 1-5. Kondisi ini tentu membuat Arema semakin terbenam di papan bawah klasemen ISL.
Usai pertandingan, coach Joko Susilo yang ditunjuk menggatikan sementara Pikal karena diberhentikan usai ditahan imbang Persiram ini mengatakan jika dirinya bertanggung jawab penuh akan hasil yang diperoleh oleh anak buahnya.  Dia sendiri seakan memikul beban berat, maklum  pemain yang dimilikinya adalah warisan dari Pikal yang nampaknya terkesan serabutan menentukan pemain yang dikontrak.
"Pemain kami sudah maksimal dalam bermain. Jangan salahkan pemain jika mereka menurut anda bermain jelek, karena ini adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih" Kata Gethuk usai pertandingan. Menurutnya apa yang dlakukan oleh pemain adalah buah dari segala intruksinya, sehingga jika hasilnya kurang baik maka Joko siap menjadi sasaran kritik.

"Kami akui kami kalah kreasi di lini tengah, Tidak mainnya sejumlah pilar menjadi indikasi nyata perbedaan itu. Namun saya tidak mau alasan karena kalah ya kalah." Lanjut mantan pemain Arema ini. Menurutnya pemain SFC memiliki kemapuan diatas rata-rata yang tentu menyulitkan. Kata dia, Sriwijaya FC adalah tim kuat yang punya materi pemain berkualitas disemua lini. Dalam pertandingan hari ini, alur bola serangan Sriwijaya dari lapangan tengah, membuat anak asuhnya kedodoran.
Menurutnya, dengan serangan dari tengah yang bertubi-tubi, dirinya sudah menginstruksikan empat pemain untuk menutup lini tengah. Bahkan, Steve Hesketh yang seharusnya bermain pada posisi tengah, terpaksa harus ditarik mundur untuk membantu pertahanan. "Kami juga lemah di kiper, dia (Benny) nampaknya masih sangat canggung dalam bermain. Namun tetap kami mainkan karena 2 kiper kami tidak bisa main karena cedera. Rusdiansah cedera kaki, dan Ngurah masih merasakan nyeri di pergelangan tangan"
Meski sudah kalah selama 4 kali dan imbang 1 kali. Menurutnya Arema masih punya potensi untuk meningkatkan kemampuan. "Apa yang kami dapat selama TC ternyata tidak cukup, masih banyak yang harus dibenahi oleh pemain kami, dan saya optimis kemampuan anak-anak bisa meningkat dan semakin baik lagi" kata Joko optimis.

Dengan kekalahan untuk keempat kalinya ini, Arema Indonesia terbenam di dasar klasemen Liga Super Indonesia. Kekalahan cukup mencolok ini kembali memantik reaksi Aremania. Bak demonstrasi, Aremania kembali berteriak-teriak sambil mengumpat tim kebanggan mereka singo edan yang tidak pernah menang sejak Liga Super digelar
Kas Hartadi : Saya Belum Berani Bicara Juara
Kemenangan telak Sriwijaya FC Palembang dari tuan rumah Arema Indonesia, Minggu (8/1/2012) malam di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dengan skor 1-5 memastikan langkah mereka di posisi atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI).
Dengan raihan tiga poin, Sriwijaya FC pun berpeluang menjadi kampiun juara LSI musim ini. "Kami justru tertekan 15 menit awal babak pertama," ungkap Kas Hartadi, Pelatih Sriwijaya FC, Minggu (8/1/2012) malam dalam konferensi persnya seusai pertandingan.
Menurutnya, 15 menit awal babak pertama, anak asuhnya bermain dalam tekanan tuan rumah. Firman Utina cs baru bisa keluar dari tekanan saat gol pertama dicetak Hilton Moreira pada menit 21.
"Gol Hilton membuat mental pemain bangkit. Pemain jadi sedikit rileks dan bermain lepas saat Hilton, kembali mencetak gol keduanya," terang Hartadi. Ia menuturkan, setelah dua gol tercipta, ganti mental bertanding para pemain Arema lah yang down. Hanya saja, Arema mulai bangkit saat gol Arif Arianto di menit 60 dari tendangan bebas, merobek gawang kami.
"Gol Arif Arianto membuat kami khawatir. Beruntung gol keempat lahir hingga membuat kami menang telak," terangnya.
Hartadi menambahkan, dengan raihan tiga poin saat ini, pihaknya merasa senang. Saat ditanya peluang Sriwijaya FC memenangi Liga Super tahun ini, ia pun mengaku masih jauh dari tangga juara. "Untuk juara masih jauh lah. Masih banyak pertandingan. Fokus kami, melakoni seluruh pertandingan sebaik mungkin," pungkasnya. (Abi/nukusBjt)
21.59 | 0 komentar | Read More

Asal mula dan ati kata jancok

Bagi kalian yang orang jawa timur, pasti sudah tak asing lagi dengan kata jancok, kata ini sangat terkenal di jawa timur, Bahkan orang-orang di jawa tengah dan jawa barat pun sering mengucapkan kata ini. Lantas apa sebenarnya arti kata Jancok dan bagaimana asal mulanya bisa terbentuk kata ini.

Jancok atau dancok adalah sebuah kata khas Surabaya yang telah banyak tersebar hingga meluas ke seantero Indonesia bahkan sudah mendunia. Warga Jawa Timur seperti Surabaya, Malang dll turut andil dalam penyebaran kata ini.


Jancok berasal dari kata 'encuk' yang memiliki padanan kata bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase 'di-encuk' menjadi 'diancok' lalu 'dancok' hingga akhirnya menjadi kata 'jancok'.

Ada banyak varian kata jancok, semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancurit, hancik, hancuk, hancok, dll. Kata jangkrik, jambu adalah salah satu contoh bentuk kata yang lebih halus dari kata jancok.

Makna asli kata tersebut sesuai dengan asal katanya yakni 'encuk' lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata umpatan pada saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang.

Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo.

Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi penuh keakraban, akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang. Misalnya, "Yoopo kabarmu, cuk", "Jancok sik urip ae koen, cuk?". Serta orang yang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah, karena percakapan tersebut diselingi dengan canda tawa penuh keakraban dan berjabat tangan dong... Hehehehe....

Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan keheranan atau komentar terhadap satu hal. Misalnya "Jancok! Ayune arek wedok iku, cuk!", "Jancuk ayune, rek!", "Jancuk eleke, rek", dll. Kalimat tersebut cocok dipakai bila melihat sesosok wanita cantik yang tiba-tiba melintas dihadapan. Hehe...

Akhiran 'cok' atau 'cuk' bisa menjadi kata seru dan kata sambung bila penuturnya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. "Wis mangan tah cuk. Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan yo cuk. Luwe cuk.". Atau "Jancuk, maine Arsenal mambengi uelek cuk. Pemaine kartu merah siji cuk.

dan memang, kata ini sangat enak diucapkan, sampai sampai saya ketagihan mengucapkan kata ini, walaupun arti yang saya tekankan bukanlah arti kotor, tapi hanya sekedar kata pemanggilan saja, dan ternyata di pergaulan sekolah saya kata itu sudah biasa
21.41 | 0 komentar | Read More

Written By sukun community on Rabu, 04 Januari 2012 | 19.29

  SILAHKAN DOWNLOAD GAN
CARANYA KLIK KANAN PILIH SAVE IMAGE ATO SIMPAN GAMBAR SIMPLE,.,.



















19.29 | 0 komentar | Read More

Silahkan download GAN!!!

Written By sukun community on Minggu, 01 Januari 2012 | 19.38







19.38 | 0 komentar | Read More
15.49 | 0 komentar | Read More

anime


 
berita unik