Beberapa hari yang lalu teman saya bilang, “Dulu LPI diharamkan bagi
Arema tapi mengapa sekarang Arema ikut IPL!”. Pernyataan itu
mengingatkan saya pada awal terbentuknya LPI yang digagaskan oleh Arifin
Panigoro. Liga yang katanya Profesional sekaligus ilegal pada saat itu.
Aremania kala itu dengan tegas mengatakan bahwa LPI haram bagi
Arema,sampai pada puncaknya ketika perwakilan LPI melakukan presentasi
di Malang. Puncak dari penolakan Aremania adalah ketika terjadi aksi
pelemparan telur busuk kepada mobil yang dikendarai oleh para perwakilan
LPI.
Kembali ke pernyataan teman saya, pernyataan itu
menimbulkan satu kesimpulan. Kesimpulan itu adalah IPL sama dengan LPI,
jadi IPL adalah haram hukumnya bagi Arema. Pertanyaan saya, apa yang
menjadikan IPL sama dengan LPI ? Setelah saya mencari jawaban dari
berbagai sumber media yang ada,terjawablah sudah pertanyaan saya dan
analisa saya akan coba saya sampaikan melalui coretan saya ini.
Mari kita coba analisa data dan fakta mengenai IPL dan LPI.
• Indonesia Premier League ( IPL )- Secara legalitas, kompetisi ini adalah legal.
-
Peserta pada awalnya adalah 24 tim dan ke-24 tim tersebut rata – rata
adalah tim yang berlaga dalam kompetisi ISL musim lalu ( 15 tim eks ISL
musim lalu, 4 tim promosi dari Divisi Utama, 3 tim eks ISL yang
mengikuti LPI, 2 tim tambahan dari kebijakan PSSI ). Sekarang peserta
IPL tinggal 12 tim.
- Kompetisi resmi yang dibentuk dan diakui oleh PSSI.
- Dikelolah oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo ( LPIS ).
• Liga Primer Indonesia ( LPI )- Secara legalitas, kompetisi ini ilegal ( perijinan yang dilakukan bukan sebagai liga tetapi sebagai turnamen ).
-
Pesertanya ada 20 tim dan hanya ada 4 tim yang terbilang bukan tim yang
baru dibentuk ( Persema, Persibo, PSM, Persebaya 1927 ).
- Kompetisi ilegal yang digagaskan oleh Arifin Panigoro.
- Dikelolah oleh konsursium PT Liga Primer Indonesia.
Dari
data dan fakta yang saya sebut diatas hanya ada 2 hal yang hampir sama,
yaitu, nama liga dan nama pengelolah yang hampir mirip. Hanya ada dua
dari 5 aspek yang hampir sama, mari kita bahas satu persatu aspek
tersebut.
1. Nama KompetisiAspek pertama yang
membuat kebanyakan orang menilai bahwa IPL hanya pergantian kata – kata
dari LPI ( bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris ).
2. LegalitasDari segi legalitas sudah jelas bahwa 2 kompetisi ini sangat jauh berbeda, yang satu legal dan yang satunya ilegal.
3. PesertaDari
jumlah peserta, kedua kompetisi juga tidak memiliki jumlah peserta yang
sama. Pesertanya pun tercatat hanya ada 4 tim yang sama, karena 3 tim
merupakan anggota ISL musim lalu yang kemudian mengikuti LPI dan 1 tim
lagi adalah tim sakiti oleh PSSI era NH. Terlepas dari 4 tim tersebut,
peserta kedua liga ini sangat berbeda. IPL berisi tim – tim yang sudah
malang melintang di dunia persepakbolaan nasional sedangkan LPI berisi
tim – tim yang baru dibentuk.
4. Pembentuk/PenggagasPembentuk jelas berbeda, IPL dibentuk oleh badan resmi yang mengurusi Sepak Bola sedangkan LPI dibentuk oleh seorang pengusaha.
5. PengelolaPengelolah
dua kompetisi ini hampir mirip, terutama nama pengelolah. Aspek inilah
yang semakin menguatkan pendapat bahwa IPL adalah jelmaan LPI.
Dari 5 aspek diatas tercatat hanya nomer satu dan lima saja yang hampur mirip.
Kalau
saya lihat, sebenarnya 2 aspek, yang menyebabkan kebanyakan orang
menilai IPL adalah jelmaan LPI, bisa dihindari dari awal. Dua hal ini
menjadi inti permasalahan dualisme kompetisi. Andai PT Liga Indonesia
mau diaudit atau setidaknya menyerahkan hasil audit kepada pengurus
PSSI, maka hal itu tidak akan terjadi. Nama kompetisi bisa saja tetap
ISL dan pengelolahnya adalah PT Liga Indonesia
IPL Dan LPI Secara Logo Sudah Berbeda Bentuknya
Mengapa
LPI haram bagi Arema? Setidaknya ada 2 hal yang menyebabkan hal itu,
yang pertama karena LPI adalah liga ilegal dan yang kedua, jika Arema
ikut LPI maka kans Arema berlaga di kompetisi Asia akan tertutup. IPL
berbeda dengan LPI, IPL merupakan liga resmi yang tidak menutup
kesempatan Arema berlaga di ajang Asia. Justru kalau tidak mengikuti
IPL, kesempatan Arema berlaga di kompetisi Asia akan tertutup.
Jadi
apakah IPL haram bagi Arema? Kalau kita mau melihat alasan haramnya LPI
bagi Arema, maka IPL tidaklah haram bagi Arema. IPL berbeda dengan LPI,
justru dengan alasan yang sama ketika Aremania mengharamkan LPI,
sekarang liga yang haram bagi Arema adalah ISL. ISL adalah liga ilegal,
jika Arema ikut ISL, peluang Arema berlaga di kompetisi Asia juga
tertutup ( lihat Persipura ).
Akhirnya saya ucapkan terima kasih
kepada semua orang yang telah membaca coretan saya ini. Jika ada
perkataan saya yang menyinggung perasaan, mohon dimaafkan. Tulisan ini
merupakan opini pribadi saya, jadi coretan ini bukanlah sebuah
penggiringan opini para nawak – nawak Aremania untuk tidak mendukung
Arema yang berlaga di ISL.
SALAM SATU JIWA “A R E M A”