Arema Indonesia kembali menuai hasil seri 1-1 dari tuan rumah
Persiraja Banda Aceh,dalam lanjutan Kompetisi IPL 2011/2012, di Stadion
Harapan Bangsa, Aceh, Sabtu ( 14/1) sore. Kedua gol di cetak oleh Diallo
Abdoulaye Djibril melalui titik pinalti pada menit ke – 45, dan gol
balasan Arema di Roman Chmelo menit ke-56 setelah menerima umpan Esteban
Guillen.
Arema menurunkan skuad terbaiknya seperti saat dua laga awal Arema, Hanya posisi bek kanan yang masih sama ditempati oleh Putra Habibie alih-alih memainkan Alfarizi. Posisi gelandang bertahan juga menjadi milik Legimin Rahardjo menggeser Hendro Siswanto yang harus rela duduk dibangku cadangan. Dilini depan Sunarto mendampingi Roman Chmelo sebagai ujung tombak serangan dan Along duduk di bangku cadangan.
Sejak kick off dibunyikan wasit, tim tuan rumah Persiraja berinisiatif menyerang pertahanan Arema, yang di komandoi Gunawan Dwi Cahyo dan Leonard Tupamahu. Sampai menit ke 10, Kiper Arema, Kurnia Mega harus berjibaku untuk menghalau bola melalui duet penyerang Persiraja , Fahrizal Dillah dan Mukhlis Nakata.
Menit ke 11, hampir saja Persiraja unggul saat tendangan Djibril jika tidak mengenai mistar gawang Arema. Serangan yang bertubi-tubi membuat pemain Arema tidak dapat mengendalikan permainan. Roman Chmelo, M Riduan, dan TA Musafri yang didukung dengan Esteban dan Legimin Raharjo terlihat masih canggung di lapangan.
Sepanjang babak pertama ini, hampir tidak ada peluang berati dari anak asuh Abdulrahman Gurning ini. Persiraja nampak dengan leluasa mengendalikan permainan dan merepotkan barisan pertahanan Arema. Peluang demi peluang pun dihasilkan Abdul Musawir dkk. Namun sejumlah kemelut di depan gawang Arema tidak mampu dijadikan gol.
Digempur habis-habisan oleh Persiraja yang bermain penuh semangat karena bermain didepan pendukungnya. Alhasil, sebuah kemelut di depan gawang Arema pada menit ke 45 tercipta pinalti buat tuan rumah. Penalti ini diberikan kepada Persiraja setelah Gunawan dianggap melakukan pelanggaran setelah mentackle Diego Righani. Diallo Abdoulaye Djibril yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil memanfatkan tendangan pinalti dengan baik, gol ini merubah skor menjadi 1- 0 buat Persiraja. Dan bertahan hingga babak pertama usai.
Hasilnya perjuangan pasukan Arema itu pun tidak sia-sial. Berawal dari kesalahan pemain bawah Persiraja, Roman Camelo berhasil memanfaatkannya menjadi gol penyama skor. Tendangan Roman chmelo pada menit 56 tak mampu dihalau kiper Zulbahra setelah menerima umpan Esteban Guillen dari dalam kotak pinalti. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Usai gol tersebut, kedua tim tampak lebih bermain dengan terbuka dan saling bergantian menyerang. Bahkan Arema memasukkan Noh Alam Shah menggantikan Sunarto untuk menajamkan serangan mereka, pergantian tersebut cukup efektif setelah pemain asal Singapura tersebut hampir membuat Arema unggul beberapa menit setelah masuk ke lapangan. Namun , kokohnya pertahanan Persiraja membuat tidak ada tambahan gol dari kedua tim sampai peluit berakhirnya pertandingan dibunyikan wasit.
Hasil ini pun disyukuri oleh kedua tim. Persiraja melalui asistennya, Maman Suryaman, mengatakan bahwa tim nya beruntung bisa menahan Arema yang memiliki kualitas materi pemain diatas rata-rata. "Materi pemain Arema ada diatas pemain-pemain kami, kami bersyukur dapat menahan imbang Arema", ucapnya.
Pelatih Arema, Abdulrahman Gurning sendiri pun mensyukuri hasil imbang ini, terutama melihat bagaimana timnya tidak berkembang pada babak pertama. "Kita bersyukur mampu mendapatkan poin. Dengan hasil ini tentunya kita senang daripada kehilangan angka", ucapnya.
Susunan Pemain:
PERSIRAJA: Zulbahra, Yusrizal, Febre Santis, Rahmadani/Yudi Khairudin, Andria, Abdul Musawir, Erik Saputra, Patrick Gighani, Diallo Djibril, Mukhlis/Defri Rizki dan Fahrizal Dilla/Imral Usman
AREMA INDONESIA: Kurnia Meiga, Faris Bagus/Alfarizi, Putra Habibi/Hendro Siswanto, Gunawan Dwi Cahyo, Leonard Tupamahu, Legimin R, Roman Chmelo, T.A. Musafri, M Riduan, Esteban Gullien, Sunarto/Noh Alam Shah
Arema menurunkan skuad terbaiknya seperti saat dua laga awal Arema, Hanya posisi bek kanan yang masih sama ditempati oleh Putra Habibie alih-alih memainkan Alfarizi. Posisi gelandang bertahan juga menjadi milik Legimin Rahardjo menggeser Hendro Siswanto yang harus rela duduk dibangku cadangan. Dilini depan Sunarto mendampingi Roman Chmelo sebagai ujung tombak serangan dan Along duduk di bangku cadangan.
Sejak kick off dibunyikan wasit, tim tuan rumah Persiraja berinisiatif menyerang pertahanan Arema, yang di komandoi Gunawan Dwi Cahyo dan Leonard Tupamahu. Sampai menit ke 10, Kiper Arema, Kurnia Mega harus berjibaku untuk menghalau bola melalui duet penyerang Persiraja , Fahrizal Dillah dan Mukhlis Nakata.
Menit ke 11, hampir saja Persiraja unggul saat tendangan Djibril jika tidak mengenai mistar gawang Arema. Serangan yang bertubi-tubi membuat pemain Arema tidak dapat mengendalikan permainan. Roman Chmelo, M Riduan, dan TA Musafri yang didukung dengan Esteban dan Legimin Raharjo terlihat masih canggung di lapangan.
Sepanjang babak pertama ini, hampir tidak ada peluang berati dari anak asuh Abdulrahman Gurning ini. Persiraja nampak dengan leluasa mengendalikan permainan dan merepotkan barisan pertahanan Arema. Peluang demi peluang pun dihasilkan Abdul Musawir dkk. Namun sejumlah kemelut di depan gawang Arema tidak mampu dijadikan gol.
Digempur habis-habisan oleh Persiraja yang bermain penuh semangat karena bermain didepan pendukungnya. Alhasil, sebuah kemelut di depan gawang Arema pada menit ke 45 tercipta pinalti buat tuan rumah. Penalti ini diberikan kepada Persiraja setelah Gunawan dianggap melakukan pelanggaran setelah mentackle Diego Righani. Diallo Abdoulaye Djibril yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil memanfatkan tendangan pinalti dengan baik, gol ini merubah skor menjadi 1- 0 buat Persiraja. Dan bertahan hingga babak pertama usai.

Aksi Roman Chmelo (foto : ligaprima)
Usai
jeda permainan anak-anak Singo Edan kembali ke bentuk permainan
terbaiknya. Penguasaan bola dan umpan-umpan terukur berhasil dialirkan
dengan lancar oleh Esteban dan Roman Chmelo. Pelan tapi pasti Arema
mulai mengendalikan permainan dan lebih berinisiatif untuk menyamakan
kedudukan.Hasilnya perjuangan pasukan Arema itu pun tidak sia-sial. Berawal dari kesalahan pemain bawah Persiraja, Roman Camelo berhasil memanfaatkannya menjadi gol penyama skor. Tendangan Roman chmelo pada menit 56 tak mampu dihalau kiper Zulbahra setelah menerima umpan Esteban Guillen dari dalam kotak pinalti. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Usai gol tersebut, kedua tim tampak lebih bermain dengan terbuka dan saling bergantian menyerang. Bahkan Arema memasukkan Noh Alam Shah menggantikan Sunarto untuk menajamkan serangan mereka, pergantian tersebut cukup efektif setelah pemain asal Singapura tersebut hampir membuat Arema unggul beberapa menit setelah masuk ke lapangan. Namun , kokohnya pertahanan Persiraja membuat tidak ada tambahan gol dari kedua tim sampai peluit berakhirnya pertandingan dibunyikan wasit.
Hasil ini pun disyukuri oleh kedua tim. Persiraja melalui asistennya, Maman Suryaman, mengatakan bahwa tim nya beruntung bisa menahan Arema yang memiliki kualitas materi pemain diatas rata-rata. "Materi pemain Arema ada diatas pemain-pemain kami, kami bersyukur dapat menahan imbang Arema", ucapnya.
Pelatih Arema, Abdulrahman Gurning sendiri pun mensyukuri hasil imbang ini, terutama melihat bagaimana timnya tidak berkembang pada babak pertama. "Kita bersyukur mampu mendapatkan poin. Dengan hasil ini tentunya kita senang daripada kehilangan angka", ucapnya.
Susunan Pemain:
PERSIRAJA: Zulbahra, Yusrizal, Febre Santis, Rahmadani/Yudi Khairudin, Andria, Abdul Musawir, Erik Saputra, Patrick Gighani, Diallo Djibril, Mukhlis/Defri Rizki dan Fahrizal Dilla/Imral Usman
AREMA INDONESIA: Kurnia Meiga, Faris Bagus/Alfarizi, Putra Habibi/Hendro Siswanto, Gunawan Dwi Cahyo, Leonard Tupamahu, Legimin R, Roman Chmelo, T.A. Musafri, M Riduan, Esteban Gullien, Sunarto/Noh Alam Shah

0 komentar:
Posting Komentar